Diskripsi Bunga Kamboja

Published November 9, 2012 by lifuilim


Kamboja merupakan spesies tumbuhan yang awalnya tumbuh di Amerika tropik dan Afrika. Sebagai tanaman hias, varitas kamboja kini hampir mencapai 50 jenis. Ciri khas tanaman ini memiliki batang yang berkayu keras tinggi. Selain itu, tanaman ini juga memiliki cabang yang banyak. Tingginya bisa mencapai lebih enam meter. Batang utama besar, cabang muda lunak, batangnya cenderung bengkok dan bergetah. Daun tanaman kamboja berwarna hijau, berbentuk lonjong dengan kedua ujungnya meruncing dan agak keras dengan urat-urat daun yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat. Sedangkan, bungan yang menjadi daya tarik kamboja berbentuk terompet, muncul pada ujung-ujung tangkai.

Daun bunga umumnya berjumlah lima buah. Tanaman hias yang tengah naik daun ini, biasa berbunga sepanjang tahun. Kamboja biasanya tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian tanah 700 meter di atas permukaan laut. Namun, beberapa daerah di Tanah Air memiliki sebutan tersendiri untuk bunga yang satu ini. Orang Jawa menyebutnya Semboja. Orang Bali mengenalnya dengan bunga Jebun. Samoja atau Kamoja biasa diucapkan orang Sunda untuk menyebut tanaman ini. Orang Gorontalo memberinya nama bunga Lomilate. Masyarakat di Pulau Madura mengenalnya sebagai Campaka molja atau Bakul.

Kamboja memang tergolong tanaman yang khas. Konon, usia tanaman hias ini bisa mencapai ratusan tahun seperti kaktus raksasa. Tanaman kamboja tahan lama, karena memang tergolong tanaman suculent yang dapat menyimpan air pada seluruh bagian mulai dari akar, batang, daun, bunga, sampai buah. Tak heran, bila banyak orang yang mengenal tanaman ini sangat tahan banting.

Kamboja memang sangat cocok tumbuh di Indonesia. Selain tak butuh banyak air, perawatan tanaman ini juga tak terlalu sulit. Anda cukup menyianginya agar tampak terlihat indah dan rapi.

Penanam bibit dengan tinggi sekitar satu sampai dua meter. Agar pertumbuhannya bisa lebih baik, dalam sehari tanaman ini harus terkena sinar matahari selama delapan jam. Kini, kamboja memang tak lagi menjadi bunga yang angker. Malah, Kamboja menjadi tanaman hias yang terus dicari pecintanya. Iklim tropis Indonesia menjadi lokasi yang cocok bagi pertumbuhan tanaman ini. Di habitat aslinya, kamboja merupakan tanaman semak yang tumbuh liar di daerah gurun yang panas. Tanaman ini menyimpan air di dalam akarnya sehingga dapat bertahan hidup di daerah yang kering. Karena mampu menyimpan air, dia termasuk tanaman sukulen.

Hama yang sering merisaukan kamboja adalah spider mite. Hewan ini seperti tungau berwarna merah, kuning muda, hijau tua, coklat muda dan hitam. Dia bersarang di bagian bawah daun dan ketiak daun. Bila bagian atas daun berwarna kusam dan terlihat mengkerut, artinya tanaman terkena gejala serangan hama tersebut.

Bunga Kamboja adalah bunga tropis yang eksotis

Published November 8, 2012 by lifuilim

Jenis silangan ini biasanya memiliki tanda berupa warna bunga yang bervariasi dan berkelopak besar. Varietas plumeria rubra, misalnya, ditandai ujung daun dan kelopak bunga runcing. Sedangkan plumeria obtuse ditandai dengan ujung daun dan kelopak membulat.

Penulis&Foto: Budi Sutomo

Bunga tropis satu ini memang elok dipandang. Kuntum bunganya membentuk rosset dengan semburat warna terang di tengahnya. Bunganya beraroma harum lamat-lamat membuat kamboja seolah menyimpan pesona mistis. Belakangan, kamboja semakin digemari karena mengandung aneka manfaat.

Banyak orang mengira kamboja berasal negara Kamboja. Dugaan ini keliru karena ternyata tanaman ini berasal dari daratan Amerika Tengah. Kamboja (Plumeria SP) ditemukan Charles Plumier (1646-1706), botanis asal Perancis. Untuk mengingat sang penemu, nama belakang charles Plumier diabadikan menjadi nama latin bunga ini.
Keluarga Kamboja
Kapan dan bagaimana kamboja menyebar ke Indonesia, tak ada data yang pasti. Menurut beberapa sumber, tanaman kamboja menyebar ke Indonesia melalui Belanda.

Satu hal yang pasti, Indonesia juga memiliki varietas kamboja asli: jenis kamboja berbunga putih dengan bagian dalam berwarna kuning (plumeria alba). Bunganya berukuran kecil dengan kelopak yang tidak terbuka penuh saat mekar. Kamboja jenis ini banyak di temukan di Jawa dan tempat-tempat peribadatan di Bali.
Pakar botanis menemukan empat jenis (spesies) kamboja: plumeria obtusa, plumeria pudica, plumeria rubra dan plumeria acutifolia. Selain empat jenis di atas, ada pula Rubra Tricolor atau Rubra Hybrid yang merupakan hasil silangan.

Karakteristik Kamboja Kamboja sangat cantik sebagai elemen taman. Banyak area taman publik, perkantoran dan halaman rumah menjadi asri dengan kehadiran bunga ini. Sosok keseluruhan tanaman ini sangat eksotis dengan bentuk batang yang sangat artistik dan dekoratif.
Sebetulnya, kamboja termasuk tanaman sekulen (banyak mengandung air). Pohonnya bisa bertahan hidup hingga puluhan tahun dan mencapai tinggi 7-10 meter. Daunnya berwarna hijau dengan urat daun jelas terlihat.
Bisa dibilang, kamboja dapat berbunga sepanjang tahun. Bahkan, pada bulan-bulan tertentu kamboja berbunga banyak. Tangkai bunga muncul dari ujung batang, pada setiap tangkai bunga bisa dijumpai puluhan kuntum bunga. Biasanya, kamboja berbunga serentak, namun ada jenis tertentu yang bergantian.

Mudah Berkembang-biak
Umumnya, kamboja mudah berkembang-biak. Bisa dengan penyemaian biji atau stek batang. Tanaman ini juga bisa tumbuh di dataran tinggi dan rendah. Kamboja tidak suka air yang menggenang, jika kelebihan air siraman batangnya menjadi busuk karena virus. Kamboja juga suka sinar matahari sepanjang hari, jadi tanamlah di area terbuka.
Untuk media tanam, sebaiknya gunakan media porus (tidak mengikat air). Misalnya, tanah kebun, pasir kasar dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Siram secukupnya 2 kali dalam seminggu.

Selain ditanam di lahan terbuka, kamboja juga terlihat cantik bila ditanam dalam pot. Pot dari semen cor ukuran besar paling cocok untuk kamboja. Hindari pot plastik karena lembab dan sistem drainasenya kurang baik.

Agar tampil prima, beri pupuk NPK setiap enam bulan sekali. Tanaman ini jarang terserang penyakit. Ulat dan belalang pengerat tak menyukai daun dan batangnya yang bergetah. Yang sering kita jumpai justru daun layu akibat serangan kutu dan virus daun.
Hindari penyakit layu daun dengan menjaga kebersihan media dan lakukan penyemprotan fungisida dan insektisida secara berkala.

Mengobati Berbagai Penyakit

Selain cantik dipandang, kamboja juga menyimpan sejuta manfaat. Getah putih yang terdapat di seluruh bagian tanaman mengandung fuvoplumierin. Zat ini dipercaya dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Bunganya yang cantik bermanfaat sebagai obat turun panas, batuk melancarkan air seni dan buang air besar.
Senyawa lain, seperti plumerid yang terdapat dalam kulit batang dapat menyembuhkan tumit pecah-pecah. Satu hal yang perlu diperhatikan, hindari getah kamboja dari mulut dan mata. Zat aktif yang terkandung di dalamnya dapat membuat gigi rontok dan merusak mata.

Cantiknya Warna-warni Adenium Baru

Published November 7, 2012 by lifuilim


Ngoc Long
Disebut Ngoc Long untuk menghormati penemu petal ganda pertama yang berasal dari Vietnam bernama Ngoc Long. Jenis ini boleh dibilang sangat spesial. Pertama karena warnanya merah tua. “Ini salah satu warna adenium yang diminati banyak pecinta adenium. Sebagian besar penikmat adenium adalah laki-laki yang tidak suka warna-warna lembut,” kata Slamet. Yang kedua, meski triple petal, tapi bunga Ngoc Long tetap kompak.

“Adenium itu kan, disebut sebagai bonsai yang berbunga, karena memang sosoknya kalau sudah tua seperti bonsai yang berbunga. Nah, Ngoc Long ini tajuknya sangat kompak. Hanya beberapa senti setelah tumbuh, langsung berbunga, tanpa perawatan khusus.” Beberapa jenis adenium memiliki bunga bagus, tapi kalau dibesarkan hasilnya jelek. Setelah panjang 20-30 cm, baru berbunga. Jadi, secara struktur tidak kompak dan secara artistik kurang indah. Ngoc long ini pendek dan cepat berbunga. Bunganya juga sangat rimbun. Satu dompolan bisa lebih dari 5 bunga.

Ngoc Long juga lebih tahan lama ketimbang bunga adenium lain. Adenium disebut kurang bagus apabila periode mekarnya bunganya pendek, di bawah 5 hari. Bunga adenium juga kurang bagus jika warnanya pudar, meskipun lunturnya warna adenium merupakan fenomena umum. Misalnya, hari pertama muncul, warnanya merah menyala, tapi lama kelamaan luntur. “Nah, Ngoc Long ini salah satu jenis adenium yang warna bunganya tahan lama, tidak gampang pudar.”

Clara
Jenis ini memiliki petal 3 berwarna pink. Kelebihan Clara adalah memiliki struktur bunga mirip mawar. “Adenium sering disebut sebagai mawar gurun, meski sebetulnya tidak seperti mawar. Secara struktur, bunga Clara adalah salah satu adenium yang bentuknya mirip mawar. Apalagi ia memiliki 3 petal. Sayangnya, warnanya pink, yang kurang disukai laki-laki,” lanjut Slamet.


Dizzie
Tahun 2004, keluar sebuah jenis adenium bernama Harry Potter yang sangat fenomenal karena sebelumnya belum pernah ada adenium yang memiliki warna seperti sapuan kuas. Berikutnya, keluar lagi berbagai varian Harry potter, salah satunya Trivius. “Nah, Trivius ini warnanya sangat garang, merah tua, dan punya sapuan di petal yang tegas. Trivius inilah yang dijadikan salah satu ketua (induk) dan kemudian disilangkan dengan Doxon yang menghasilkan Dizzie.”

Adenium Wangi
Dari sisi perawatan, adenium jenis baru ini sama persis dengan adenium pada umumnya. Penanaman juga sama, tidak memerlukan pupuk yang lebih banyak, misalnya. “Sepanjang yang diketahui, adenium yang berbulu biasanya lebih mudah terserang hama spidermite. Sementara kalau daunnya mulus atau licin, biasanya lebih tahan. Nah, keenam jenis baru ini daunnya mulus. Jadi, lebih tahan terhadap hama spidermite. Yang lain, sama dengan adenium kebanyakan.”

Secara teknis, penyilangannya pun sama saja dengan yang lain, yang jelas salah satu ketuanya (entah jantan atau betina) adalah jenis adenium double. Doublenya bukan cuma karena mutasi sesaat, tetapi stabil. Nah, doxon sebagai salah satu ketua adalah jenis double genetik atau stabil. Ini yang kemudian disilangkan dengan yang lain.

Harapan ke depannya, akan makin banyak petalnya, sehingga mimpi memiliki adenium yang persis seperti mawar akan tercapai. Berikutnya adalah melakuan penelitian supaya bunga adenium bisa mengeluarkan aroma wangi. “Adenium itu enggak wangi, padahal salah satu genus dia (masih dalam satu rumpun) yaitu plumeria (kamboja kuburan) itu selalu wangi. Nah, kami bermimpi suatu ketika punya jenis adenium yang wangi,” kata Slamet.

Kelompok Bunga Kamboja

Published November 6, 2012 by lifuilim


ada 2 kelompok adenium, yaitu kelompok species (jenis asli), maupun varietas (jenis hasil perkawinan dan persilangan yang dilakukan manusia untuk mencari bentuk baru). Beberapa species asli adenium contohnya:

Adenium arabicum. Cirinya bentuk bonggol pendek dan besar, dengan banyak batang yang muncul dari atas bonggol tersebut. Bunganya berwarna paduan putih dan pink, kecil (diameter petal kurang dari 5 cm).
Adenium obesum (desert rose / mawar padang pasir). Cirinya bentuk bonggol besar dan agak memanjang keatas, satu batang tumbuh diatas bonggol, diatas batang muncul percabangan. Bunganya berbentuk bintang dan berwarna paduan merah dan putih, berbunga besar (6-7 cm). Adenium ini tergolong rajin berbunga.
Adenium multiflorum (sabi star). Cirinya daun besar dan lebar. Bunganya sangat banyak terutama 2-4 bulan pada musim dingin ketika daun mulai rontok. Bunganya berbentuk bintang dengan garis merah di pinggir dan warna putih di tengah dengan diameter petal 6-7 cm.kamboja jepang
Adenium swazicum. Cirinya daun berwarna hijau muda hingga tua dengan bulu halus di permukaan bawah daun. Bunganya berwarna merah muda, dadu muda, ungu, sampai putih dengan diameter petal 6-7 cm.
Adenium boehmianum. Cirinya bunga berwarna merah muda pucat dengan diameter 5 cm. Ini termasuk adenium yang lama berbunga, bercabang banyak, dan tumbuh di daerah bebatuan.
Adenium oleifolium. Cirinya daun panjang dan tumbuh berdekatan. Bunganya berwarna merah muda dengan diameter 2-5 cm.
Adenium somalense. Cirinya bunga berbentuk bintang dan berwarna merah muda hingga merah. Ini termasuk adenium yang mudah berbunga.
Adenium Socotranum. Cirinya bunga berwarna merah muda cerah dengan diameter 10-13 cm.

Adenium spesies asli umumnya berwarna merah muda. Namun, sekarang telah banyak hasil persilangan yang dilakukan manusia untuk mendapatkan adenium jenis baru. Beberapa jenis species adenium varietas contohnya: A.Windmill, A.Waterfall, A.Two Tones, A.Blue Hawaii, A.Black Ruby, A.White Knight, polar star, white pink silk, ultimate pink, dll.


adenium merah mudaAdenium menyukai media tanam yang kering (porus), tidak memerlukan banyak air karena akarnya sudah menyimpan air, dan tanaman ini perlu mendapatkan sinar matahari minimal selama 7 jam per hari. Bila kelebihan atau kekurangan air, akan timbul busuk akar dengan cirri: daun adenium banyak yang menguning dan di bagian akar ada warna cokelat yang terasa lunak saat dipegang. Cara mengetahui saat tanaman membutuhkan air/belum adalah dengan cara mengorek tanah bagian atas sedalam 2 cm, bila masih terlihat basah berarti tanaman belum perlu disiram. Namun, bila sudah kering tanaman perlu disiram.

Bila air sudah mengalir keluar dari bagian bawah pot, berarti penyiramannya sudah cukup. Agar bentuk dan pertumbuhannya baik, cabang adenium perlu sering dipangkas / dirapikan. Media tanam yang biasa digunakan antara lain: tanah bakar, tanah arang, serbuk sabut kelapa, sekam biasa (kulit padi), sekam bakar (arang sekam), pasir yang kasar, pasir tanah merah, atau pasir malang yang biasa digunakan untuk menanam bonsai. Tanah tersebut juga perlu dicampur dengan kompos atau pupuk kandang.

Khasiat Bunga Kamboja untuk Kesehatan

Published November 5, 2012 by lifuilim


tanaman kamboja itu ibarat paradoks dimana di satu sisi fisiknya kelihatan sangat indah namun karena sering ditanam di sekitar kuburan membuat tanaman ini identik dengan hal-hal yang menakutkan.

Sebetulnya ada banyak sekali kegunaan dari tanaman kamboja ini, salah satunya yakni sebagai tanaman hias karena sudah banyak kerabat dari kamboja yang dijadikan sebagai tanaman hias seperti adenium, mandevila, dan juga pachypodium.

Tanaman kamboja biasanya mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus. Membudidayakan tanaman kamboja bisa dilakukan dengan beragam cara seperti vegetatif maupun generatif.

Secara vegetatif memperbanyak kamboja bisa dengan disetek ataupun cangkok di bagian batangnya. Dan secara generatif dilakukan dengan menyemai biji kamboja pada media tanam.

Tanaman kamboja ternyata mengandung banyak senyawa kimia yang sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, antara lain asam plumerat, asam serotinat, plumierid, dan agoniadin.

Sedangkan kulitnya mengandung zat pahit beracun dan getahnya mengandung damar dan asam plumeria. Sementara akar dan daunnya mengandung saponin, polifenol, alkaloid, dan juga fenetilalkohol. Dan senyawa fulvoplumierin yang terdapat di hampir seluruh bagian tanaman ini bermanfaat untuk menghambat disentri, radang saluran pernafasan, TBC, maupun hepatitis.

Umumnya, mayoritas masyarakat di Indonesia belum memaksimalkan fungsi tanaman kamboja ini selain sebagai penghias taman kuburan. Beruntung di beberapa daerah termasuk di Bali, selain menggunakan kamboja sebagai tanaman hias, tanaman kamboja telah digunakan untuk menggelar berbagai upacara keagamaan, penenang jiwa, dan lainnya.

Mungkin belum banyak yang tahu juga bahwa bunga kamboja ini termasuk bunga yang bisa dimakan layaknya bunga-bunga lainnya seperti bunga pepaya dan bunga turi. Khasiat dari memakan bunga kamboja ini antara lain untuk meredakan demam, menghentikan batuk, melancarkan keluarnya air seni, mencegah pingsan, menghentikan mencret, dan lainnya. Dan berikut ini merupakan contoh pemanfaatan tanaman kamboja untuk kesehatan.
Antibiotik dan Mengobati Sakit Gigi

Getah kamboja mengandung alkaloid, tanin, flavonoid dan triterpenoid yang sangat bermanfaat untuk antibiotik, tentunya dengan dosis yang tepat. Tanaman kamboja juga disebut sangat ampuh untuk mengobati sakit gigi berlubang.

Caranya yakni dengan mengambil beberapa tetes getah kamboja dengan menggunakan kapas, kemudian letakkanlah kapas tersebut pada gigi yang sakit. Dosisnya cukup 1-2 kali saja perhari. Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa pengobatan dengan getah tersebut sifatnya hanya sementara dan tidak bisa difungsikan untuk menuntaskan rasa sakit gigi tersebut.
Teh Bunga Kamboja

Begitu juga dengan bunga kamboja yang dikonsumsi dengan cara menyeduhnya dengan teh sangat berkhasiat untuk memberikan efek sejuk untuk pencernaan Anda. Makanya sebaiknya Anda meminum teh bunga kamboja ini secara rutin untuk merasakan khasiatnya secara nyata.
Mengobati Bisul

Cara pemakaian untuk mengobati bisul ialah dengan cara memanaskan daun kamboja di atas api sampai layu, kemudian olesi dengan minyak zaitun. Lalu, daun tersebut ditempelkan pada bisul dalam keadaan masih panas.
Mengobati Kaki Bengkak

Akar dan batang kamboja juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati kaki bengkak dan tumit yang pecah-pecah. Caranya dengan merebus akar dan daunnya sampai mendidih kemudian tambahkan garam mineral. Lalu gunakan air rebusan daun, akar, dan garam tersebut untuk merendam kaki yang bengkak dua kali sehari.
Gonorrhoea dan Borok

Ada yang meyakini bahwa dengan meminum rebusan akar kamboja, penderita penyakit menular seksual (PMS) kencing nanah atau gonorrhoea dapat dibantu mengatasinya. Oleskan getah kamboja pada borok yang sudah dicuci dengan air hangat.

Itulah beberapa manfaat dari tanaman kamboja yang besar kemungkinan masih belum banyak disadari dan diketahui olah masyarakat. Mulai saat ini, pengobatan dengan menggunakan media tanaman kamboja layak dilakukan karena alasan murah dan mudah untuk mendapatkanny. Selain itu, kamboja juga tidak memberikan efek samping apapun tak seperti obat-obatan kimia yang apabila digunakan secara berkepanjangan maka rentan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Pengambilan Minyak dari Bunga Kamboja

Published November 4, 2012 by lifuilim


Minyak kamboja merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang sering juga disebut dengan minyak esteris atau minyak terbang. Minyak atsiri atau minyak esteris adalah istilah yang digunakan untuk minyak yang mudah menguap dengan komposisi dan titik didih yang berbeda-beda. Proses pembuatan minyak kamboja dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya yaitu distilasi air, distilasi uap serta distilasi air dan uap. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh massa bunga pada pengambilan minyak terhadap jumlah rendemen minyak yang dihasilkan, menganalisis pengaruh waktu pengeringan bunga terhadap rendemen minyak yang dihasilkan serta menganalisis pengaruh kondisi bunga terhadap mutu dari minyak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode distilasi dengan air (water distillation). Pertama-tama sampel bunga yang telah dirajang dimasukkan ke dalam labu distilasi. Kemudian ditambahkan aquades hingga permukaan bahan terendam. Pengisian bahan ke dalam labu tidak sampai penuh. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari meluapnya bahan hingga masuk ke kondensor. Kondensor dialiri dengan air dan mulai dilakukan pemanasan dengan menggunakan mantel pemanas (heating mantle). Apabila aquades yang digunakan telah mendidih pada tekanan tertentu, maka distilat akan mulai keluar dari ujung kondensor dan menetes ke bagian penampungan minyak yang sebelumnya telah diisi aquades. Proses distilasi dilakukan selama 4 jam untuk memperoleh minyak yang cukup. Variabel pada penelitian ini adalah massa bunga, kondisi bunga serta waktu pengeringan bunga. Variabel massa yaitu untuk bunga segar 200, 230, 250 gr dan untuk bunga kering 60, 70, 80 gram. Kondisi bunga, yaitu segar dan kering (setelah pengeringan selama 4 hari). Waktu pengeringan bunga yaitu untuk bunga segar 1 jam, 5 jam dan 9 jam. Sedangkan untuk bunga kering waktu pengeringannya 4 hari 1 jam, 4 hari 5 jam dan 4 hari 9 jam. Kondisi operasi pada labu distilasi 1000C dan tekanannya 1 atm, serta volum air sebesar 1200 ml. Dari hasil penelitian didapatkan data rendemen, densitas, indeks bias dan komponen yang terkandung dalam minyak kamboja. Dari data yang telah didapatkan,dapat disimpulkan bahwa perbandingan massa bunga tidak berpengaruh terhadap rendemen minyak yang dihasilkan, semakin lama waktu pengeringan bunga maka rendemen minyak yang dihasilkan semakin besar dan kualitas minyak dari bahan baku segar lebih baik dibandingkan dengan bunga yang sudah kering.

Informasi spesies

Published November 3, 2012 by lifuilim

Kamboja
Plumeria acuminata Ait
Nama umum
Indonesia: Kamboja
Plumeria acuminata

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Plumeria
Spesies: Plumeria acuminata Ait

☺ Dunia Anggrek ☺

Warna Warni Anggrek (ʃƪ´▽`)

Natalia Proborini

All About Lotus

arinsisca

ALL ABOUT LAVENDER

Fir Tree

Just About Fir Tree

Orkidé

email: ria555mc@gmail

Sains Blog

Email: Steven.hariono@gmail.com, Twitter: @stevenhariono

jefson95nba

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Musiquevita

Read, Learn, & Apply

BANANA

Indahwati Setiakawan